Jumat, 21 Februari 2025

Puisi judul KUBUR DALAM KAMAR

Karya: Ahmad Bukhori


Singa Afrika datangi aku dari jiwa

Mencakar-cakar tubuh hingga tergores merah

...

Di dalam kubus kamar

Aku berputar-putar

Kembali kemasa purba

Puaskan batin kembali ke pedalaman

Mantra-mantra aku baca diatas ubin

Dan berkaca kenakan topeng agar tak kenali wajah asli

Bila ingin lihat raut muka dan tubuh

Aku lihat di kedalaman air kolam

Hitam legam mengerikan

Seperti arwah yang mengancam


Aku manusia primitif di tengah mesin-mesin

Bermaian-main ‘ku tapaki kotak-kotak ubin

Kakiku berakar seperti pohon asam ditengah rimba purba

Menjulur kedalam tanah berwarna merah mencengkeram bumi

Kulihat kakiku hitam legam seperti dukun dari pedalaman Afrika


Ruh-ruh terbang didalam kamar

“Tidak apa-apa” katanya

Demi aroma aku panggil aroma

Kuhirup bau kemenyan tanpa asap

Tanpa kusulut kuhirup bakaran daun sorga


Aku bercerita

Tentang lelucon bodoh

Disaksikan seribu malaikat dan ruh

Bertepuk tangan tanpa bunyi

Tertawa tanpa suara

Mereka bercermin dengan telapak tangan

Dan memberiku punggung tangan

Ruh-ruh berdoa berhadapan dengan tubuhnya

Dan meniup-niup punggungku


Luar biasa…

Hidup dan matinya tanpa disangka

Lalu ‘kubaca air dengan kata darah

Demi raga dan sukma

Tiba-tiba cengkraman tanganku sekuat singa Afrika

Jejakan kakiku sekuat akar pohon purba

Tubuhku adalah rumahku

Tak perlu api atau lampu

Dalam kegelapan cahaya membentuk tanda cinta yang tersusun

Lalu terdengar adzan subuh

Tawa dan tangis menjadi sang akhir

Seperti topeng tragedi komedi 


Pemalang, 2010

Catatan:

Puisi ini ada revisi pada tanggal 22 Februari 2025 pada baris terakhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar