Jumat, 21 Februari 2025

Puisi judul Bintang Jatuh Menjelang Isya'

(Untuk Lukman Reakses)

 Karya: Ahmad Bukhori 


Empat belas tahun lalu 

awal cerita membuka panggung 

memberikan sesuatu yang tidak sekedar berbeda tapi bermakna

layar dibuka

topeng tragedi komedi dipancangkan 


Dan


Hidup adalah rangkaian peristiwa tragedi komedi

meski selalu suka tapi diakhir cerita sesungguhnya mengundang air mata


Empat puluh hari lalu

namamu terdengar dari musholla ke musholla 

terbawa angin hingga ke media sosial-media sosial 

adalah kabar yang tidak aku sangka

menyudahi canda tawa dan segala masalah 

tentang kata-kata dan tubuh yang muntah tak terhingga rasa dibawah sorot lampu panggung 

menyisakan kain hitam 

membuat mata penonton berkaca-kaca 

lampu panggungmu tiba-tiba padam  

panggungmu gelap tanda usai pentasmu

penonton tersudut di sudut sunyi

doa-doa membumbung hingga ke langit 

layarmu ditutup ceritamu berakhir tugasmu selesai

Tuhan memanggilmu 

 

Tak dapat kubandingkan tulusmu  

saat-saat tekadmu menembus angin malam

berhari-hari kau temani aku

dalam "Demokrasi"* aku bercerita kau setia mendengarkan

dalam "Bingo"* kau beri satu kata tapi utama

dan kita protes pada situasi sambil memberi tawa


Atau


Dalam apa saja engkau belajar mengeja kata-kata dan melangkah 

semangatmu sekuat tiga delapan tenaga kuda stabil dan tidak pernah berakhir

belajar dan terus belajar pada siapa saja dan pada apa saja


Seperti udara diberbagai cuaca 

kokoh tak habis meski tiada

memberi makna pada yang masih ada

sekelebat bintang jatuh dari langit menembus atmosfir 

menjadi pusaka ditangan sang maha empu

dalam api gurambara* "Risalah Pemabuk"*

mematangkan jiwa-jiwa muda

dari panggung mencabik-cabik emosi para penonton 

tentang pelita dan gulita 

hingga layar panggung ditutup 

atau sebagai seharusnya 


Pemalang, 8 Februari 2025


Catatan:

*Demokrasi naskah monolog Putu Wijaya 

*Bingo naskah teater reakses karya kolaborasi 

*Risalah pemabuk naskah monolog karya Idham Adi Nurcahyo

*Puisi ini mengalami revisi pada tanggal 9 februari 2025

*Api gurambara adalah istilah yang saya dapatkan dari Meta AI yang berarti awan yang berat, penambahan kata api menjadi lebih spesifik api yang dahsyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar