DOMBA, SERIGALA DAN HARIMAU
Oleh: Ahmad Bukhori
Mereka lebih tampak seperti serigala-serigala reformasi,
lolongan serigala tak mewakili domba,
hanya ingin didengarkan dari podium,
memanggil kawanan berburu makanan,
mulut-mulut berdecak membaca hasil rapat yang ditutup rapat-rapat,
runcing taring mengancam mencabi,
tamak melolong; "Makan, makan, makan."
makan uang rakyat! Makan sana! Makan sini!
Sementara rakyat seperti domba-domba,
lemah mudah diperdaya,
domba-domba pelupa,
memilih serigala jadi wakil di parlemen rimba,
berulang kali dikhianati, tapi masih kembali,
tak jua jera meski berkali digigit dusta.
Sementara...
serigala tak berkutik disandera harimau,
karena pernah mencuri kepala babi,,
dikira kepala banteng,
kepala babi dikirim ke kantor media,
menebar teror.
sebenarnya menunjukkan muka mereka sendiri.
Bagaimana mungkin kawanan domba memilih harimau menjadi pemimpin?
harimau sirkus tak berani melawan naga,
hanya pemangsa domba,
Harimau dan serigala bersekutu,
berbagi mangsa,
memperdaya kawanan domba,
tak sadar mengembik,
meminta rumput pada serigala.
Hari-hari domba penuh ironi,
lengah dibutakan janji-janji lolong serigala,
tak ada padang rumput yang dijanjikan,
hanya diadu untuk hiburan belaka.
Kesadaran datang,
insting domba-domba berlari ke gunung,
bertapa memanjat tebing menjadi kambing gunung,
para predator mengejar.
merengek minta daging mereka,
sorot matanya menindas dan memelas,
tapi kambing gunung berdiri ditebing berlompatan,
tak percaya lagi pada lolong merdu serigala.
Serigala kembali lapar sendiri,
tak ada lagi yang bisa dikhianati.
mati kelaparan karena mangsa berani melawan,
dan harimau pingsan diinjak kaki-kaki singgahsana rimba raya.
aumannya tak lagi ditakuti,
keringatnya mengeluarkan bau bangkai tikus.
Berkaca pada air,
tapi air mengatakan;
"Mukamu seperti tikus yang mati dilindas sepeda motor."
ia tak percaya,
lalu bertanya pada media,
media berkata;
"ya, kamu memang tikus dilindas sepeda motor."
serigala bermuka tikus, penghianat sekaligus pencuri.
Pemalang, Maret 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar