LEGENDA AJI SAKA
(Berasal dari
cerita rakyat Jawa)
Karya : Ahmad Bukhori, S.Sn.
Tokoh:
1. Aji Saka : Pemuda sakti
mengelilingi dunia
2. Dora : Pengawal kepercayaan
Aji Saka
3. Sembada : Pengawal kepercayaan
Aji Saka
4. Prabu Dewata Cengkar : Raja para raksasa di kerajaan Medang Kamulan
5. Patih Jugul Muda : Patih Prabu Dewata Cengkar
6. Juru Masak : Juru masak
istana kerajaan Medang Kamulan
7.. Prajurit 1 : Prajurit kerajaan Medang
Kamulan
8. Prajurit 2 : Prajurit kerajaan Medang Kamulan
9. Prajurit 3 : Prajurit kerajaan
Medang Kamulan
10. Prajurit 4 : Prajurit kerajaan
Medang Kamulan
11. Penduduk 1 : Penduduk kerajaan
Medang Kamulan
12. Penduduk 2 : Penduduk kerajaan Medang
Kamulan
13. Rakyat 1
:
Pendukung Aji Saka
14. Rakyat 2 : Pendukung Aji Saka
15. Rakyat 3
:
Pendukung Aji Saka
16. Rakyat 4
:
Pendukung Aji Saka
17. Rakyat 5 : Pendukung Aji
Saka
18. Rakyat 6 : Perampok
19. Berandal 1 : Perampok
20. Berandal 2 : Perampok
21. Berandal 3 : Perampok
22. Kakek : Korban rampok para
berandal
SINOPSIS:
Di pulau Jawa terdapat sebuah
kerajaan bernama Medang Kamulan. Kerajaan itu dipimpin seorang raja Prabu Dewata
Cengkar. Ia adalah Raksasa yang suka memakan manusia. Hingga kebiasaannya itu
membuat takut rakyat dan terdengar sampai ke telinga Aji Saka. Mendengar hal
itu Aji Saka langsung menemui Prabu Dewata Cengkar untuk menghentikan
kekejamannya.
Hadirin sekalian inilah sebuah
pementasan teater dari kelompok teater kelas atau sekolah.
ADEGAN
I
MUSIK
MENUNJUKAN KEAGUNGAN ISTANA. DI ISTANA KERAJAAN MEDANG KAMULAN. TAMPAK PRABU
DEWATA CENGKAR MARAH KARENA MAKANAN YANG DIMAKANNYA TERASA TIDAK ENAK.
01. Prabu
Dewata Cengkar : (marah, memanggil juru masak ) Juru masak…..juru masak…..
02. Juru
Masak : Ya tuan ada apa?
03. Prabu
Dewata Cengkar : Apa yang kamu masak
ini? Kenapa rasanya tidak enak seperti kemarin?
04. Juru
Masak : Maaf tuan. Kemarin sebenarnya
saya melakukan kesalahan saat memasak. Tanpa sengaja jari saya terpotong dan
masuk ke dalam sup yang sedang dimasak.
05. Prabu
Dewata Cengkar : Aha…..rupanya daging
manusia rasanya sangat enak. (Kepada Patih) Patih Jugul Muda, carikan
daging manusia untukku yang bisa dimakan. Aku tidak mau makanan yang tidak
enak.
06. Patih
Jugul Muda : Tapi paduka…..
07. Prabu
Dewata Cengkar : Tidak usah pakai tapi, jangan menunggu aku murka! Cepat
laksanakan!
08. Patih
Jugul Muda : Baik Paduka. Perintah paduka hamba laksanakan. (Kepada Prajurit)
Prajurit…sang raja minta makanan yang paling enak. Segera carikan penduduk
untuk bisa dimakan.
09. Semua
Prajurit : Baik. Perintah tuan kami laksanakan.
10. Prabu
Dewata Cengkar : Cepat. Sudah lapar nih.
11. Suara
prajurit : Iya.
PRABU
DEWATA CENGKAR SEDANG LAPAR.
12. Prabu
Dewata Cengkar : Wah lama sekali para prajurit itu mencari makanan buatku.
13. Patih
Jugul Muda : Sabar paduka. (Nampak panik, ngomong sendiri) Kok lama ya…
TAK
LAMA KEMUDIAN PRAJURIT MEMBAWA PENDUDUK 1 KAKI DAN TANGANNYA DIIKAT DAN DIPIKUL
DENGAN KAYU. MULUTNYA DIBUNGKAM MENGGUNAKAN KAIN.
14. Prabu
Dewata Cengkar : (Senang) Nah….ini makananku datang. (memanggil)
Juru masak!
15. Juru
masak : Hamba paduka.
16. Prabu
Dewata Cengkar : Jadikan orang ini
makanan khusus untukku.
17. Juru
masak : Mau dijadikan masakan apa paduka? Sate, rendang, gulai, opor atau semur
paduka?
18. Prabu
Dewata Cengkar : Apa saja, yang penting…yang paling enak!
19. Juru
Masak : Siap paduka.
PRABU DEWATA CENGKAR TERTAWA-TAWA
DIIKUTI PATIH JUGUL MUDA.
ADEGAN
II
MUSIK
ALAM, TERDENGAR KICAUAN BURUNG. DI SEBUAH HUTAN AJI SAKA DAN DUA PENGAWALNYA.
20. Aji
Saka : Wah hutan ini sangat lindung sekali. (kepada pengawalnya) Dapatkah
kalian berburu rusa untuk makan siang kita bertiga?
21. Dora
dan Sembada : Tentu saja dengan senang hati kami akan melakukan apa yang tuan
inginkan.
MUSIK
MENCEKAM PELAN. BARU SAJA HENDAK MELANGKAH TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA ORANG
MINTA TOLONG.
22. Suara
: Tolong…tolong….tolong…
23. Aji
Saka : (kepada pengawalnya) Apa kalian mendengar ada suara minta tolong?
24. Dora
:Iya, sepertinya tidak jauh.
25. Sembada
: Kita harus menolong orang itu tuan.
26. Aji
Saka : Iya kalian benar, lupakan dulu berburu rusa. Kita harus menolong orang
itu.
TIBA-TIBA
SEORANG KAKEK-KAKEK BERLARI KE ARAH MEREKA.
27. Kakek
: (Kepada Aji Saka) Tolong…tolonglah saya anak muda.
28. Aji
Saka : Ada apa kek? Kenapa kakek ada di tengah hutan seperti ini?
29. Kakek
: Wah ceritanya panjang…nanti akan saya ceritakan. Sekarang saya sedang
dikejar-kejar tiga orang berandal.
Tolonglah saya anak muda.
30. Aji
Saka : Baiklah saya akan menolongmu kek.
TIBA-TIBA
TIGA ORANG BERANDAL MASUK.
31. Berandal 1 : Hai kakek tua, dimana kamu sembunyikan
barang bawaanmu? Cepat berikan.
32. Kakek
: Sumpah saya tidak punya apa-apa.
33. Berandal
2 : Jangan bohong!
34. Aji
Saka : (Menyela) Heh…tidak tahu malu, tiga pemuda mengeroyok seorang kakek tua.
35. Berandal
3 : (Tertawa) Hahaha….kalian tidak usah ikut campur. (berbisik kepada temannya) Teman-teman
sepertinya tiga orang ini mangsa baru kita. Dilihat dari pakaiannya mereka
orang berada.
36. Dora
: Kalian jangan berani-berani dengan kami. Lebih baik kalian tinggalkan tempat
ini.
37. Berandal
1 : Teman-teman serang mereka!
MUSIK
SUASANA PERKELAHIAN. PERKELAHIAN TERJADI ANTARA AJI SAKA YANG DIBANTU DUA
PENGAWALNYA MELAWAN TIGA ORANG BERANDAL. TIGA BERANDAL KALAH DAN MELARIKAN
DIRI.
38. Berandal
3 : (Marah) Kurang ajar, teman-teman sepertinya tiga orang ini bukan lawan
kita. Ayo kita pergi.
39. Sembada
: Hai jangan kabur kalian!
SEMBADA
DAN DORA HENDAK MENGEJAR TAPI AJI SAKA MENCEGAH MEREKA.
40. Aji
Saka : (Mencegah) Dora. Sembada. Biarkan saja mereka pergi. Ada hal lain yang
harus kita urus.
DORA
DAN SEMBADA MENURUTI PERINTAH AJI SAKA.
41. Kakek
: (Kepada Aji Saka) Terimakasih anak muda. Terimakasih…kalau tidak ada kalian
entah bagaimana nasibku ini ditangan tiga berandal tadi.
42. Aji
Saka : Sudahah kek…tananglah. Ngomong-ngomong bagaimana kakek bisa berada di
tengah hutan ini sendirian?
43. Kakek
: Oh iya….akan saya ceritakan sebab musabab mengapa saya ada di tengah hutan
ini. (bercerita) Jadi seperti ini anak muda. Saya berasal dari kerajaan Medang
Kamulan. Kerajaan kami pada awalnya
sangat Makmur dipimpin oleh seorang raja. Namun suatu hari raja kami
yaitu Prabu Dewata Cengkar tiba-tiba gemar memakan daging manusia.
44. Dora
: Bagaimana bisa seperti itu kek?
45. Kakek
:Entahlah…tapi berdasarkan desas desus, juru masak istana tangannya teriris
saat memasak lalu masuk ke dalam sup yang sedang dimasaknya. Lalu prabu Dewata
Cengkar memakannya dan terus ketagihan.
46. Sembada
: Lalu bagaimana nasib penduduk di sana kek?
47. Kakek
: Para warga menjadi ketakutan. Setiap hari hidup rakyat diteror rasa ketakutan
karena Prabu Dewata Cengkar setiap hari selalu memangsa rakyatnya sendiri satu
persatu.
48. Aji
Saka : Oh Begitu rupanya. Lalu kemana tujuan kakek saat ini?
49. Kakek
: Entahlah…yang jelas saya harus menyelamatkan diri, saya terpisah dengan
keluarga saya. Semoga keluarga saya juga selamat. Saya permisi dulu anak muda
dan terimakasih. Saya harus melanjutkan perjalanan.
50. Aji
Saka : Baiklah Kek…hati-hati di perJalanan.
KAKEK
PERGI.
51. Aji
Saka : Bagaimanapun juga kelaliman ini harus dihentikan. (Kepada Sembada)
Sembada, tolong agar kerisku dengan baik. Aku titipkan keris ini kepadamu.
Siapapun tidak boleh menyentuh keris ini, jika urusanku sudah selesai aku akan
mengambilnya sendiri.
52. Sembada
: Baik tuan, aku akan menjaga keris ini dengan baik.
AJI
SAKA DAN DORA MELANJUTKAN PERJALANAN.
ADEGAN
III
MUSIK
GAMELAN MENGALUN. DI SEBUAH PERBATASAN ISTANA. TAMPAK PARA PRAJURIT MEMBAWA
SEORANG PENDUDUK YANG DIIKAT KAKI DAN TANGANNYA. KALI INI MULUTNYA TIDAK
DIIKAT. DARI MULUTNYA TERUS MEMINTA AGAR DILEPASKAN. PATIH JUGUL MUDA BERADA DI
BARIS PALING DEPAN.
53. Penduduk
2 : Tolong lepaskan saya, jangan jadikan saya makanan. Daging saya rasanya
tidak enak…tolong lepaskan saya.
54. Semua
Prajurit : Sudah diam.
55. Prajurit
1 : Kamu harus berkorban untuk sang raja.
56. Prajurit
2 : Iya benar.
57. Prajurit
3 : Dan lagi kamu sebatang kara, tidak ada yang akan merasa kehilangan kok
kalau kamu mati jadi makanan.
58. Prajurit
4 : Benar. Dan lagi kalau kamu tidak mau jadi makanan, bisa-bisa aku yang jadi
makanan.
TIBA-TIBA
AJI SAKA DAN DORA DATANG.
59. Aji
Saka : Tunggu tuan-tuan.
60. Patih
Jugul Muda : Hai…siapa tuan? Dari cara berpakaiannya sepertinya tuan orang
asing.
61. Aji
Saka : Perkenalkan saya Aji Saka dan ini pengawal saya, dia bernama Dora.
62. Patih
Jugul Muda : Saya Patih Jugul Muda. Ada perlu apa tuan nekat datang ke kerajaan
kami? Apakah tuan tidak mengetahui bahwa raja kami sangat lalim dan suka
memakan manusia?
63. Patih
Jugul Muda : Nah…Tuan sudah tahu. Lantas apa maksud tuan datang ke negeri kami?
64. Aji
Saka : Tuan patih. Saya tahu anda diperintah oleh raja Dewata Cengkar untuk
mencari manusia agar dijadikan makanan. Saya harap lepaskan orang itu dan
biarkan saya menggantikannya untuk dijadikan makanan.
SEMUA
KAGET TERMASUK DORA.
65. Dora
: (Berbisik) Apa yang akan tuan lakukan?
66. Aji
Saka : Saya akan mengalahkan raksasa itu, raksasa yang menjadi raja dan suka
memakan rakyatnya sendiri.
67. Dora
: Bagaimana mungkin tuan dapat mengalahkannya? Sedangkan tuan sama sekali tidak
membawa senjata termasuk keris sakti tuan.
68. Aji
Saka : Kamu jangan khawatir, aku telah menemukan cara untuk mengalahkan raksasa
itu. Kamu tunggu disini saja.
DORA
MENGANGGUK SETUJU.
69. Aji
Saka : (Kepada Patih) Patih sekali lagi lepaskan orang itu. Biar aku
menggantikannya menjadi makanan raja Dewata Cengkar.
70. Patih
Jugul Muda : Baiklah kalau itu maumu. Aku tidak punya pilihan lain. (Kepada
prajurit) Prajurit, lepaskan orang itu.
PRAJURIT
MELEPASKAN ORANG YANG DITANGKAPNYA. AJI
SAKA DIKAWAL KETAT OLEH EMPAT PRAJURIT DAN PATIH JUGUL MUDA MENUJU KE
ISTANA PRABU DEWATA CENGKAR.
ADEGAN
IV
MUSIK
MENCEKAM. DI ISTANA. TAMPAK PRABU DEWATA CENGKAR, PATIH JUGUL MUDA, AJI SAKA
DAN PARA PRAJURIT.
71. Aji
Saka : Salam Paduka Raja. Sebelum hamba menjadi santapan Paduka, ijinkan hamba
mengemukakan syarat terlebih dahulu.
72. Prabu Dewata Cengkar :
(Kaget dan marah) Syarat apa yang kau maksud? Jika sulit aku tak mau
melakukannya
73. Aji Saka : (Tenang)
Syaratnya mudah Paduka. Tolong izinkan hamba memiliki tanah seluas surban yang
hamba kenakan.
74. Prabu Dewata Cengkar:
(senang) Hahaha.. Apakah itu saja syaratnya? Mudah sekali persyaratannya! Akan
aku berikan, lalu aku akan memakanmu hidup-hidup.
75. Aji Saka : Ini Paduka,
peganglah ujung surban hamba. Silahkan Paduka bentangkan surban hamba.
MUSIK PERANG.. AJI
SAKA MELEPASKAN SURBANNYA. PRABU DEWATA CENGKAR MEMEGANG UJUNG SURBAN, TIDAK
DISANGKA SURBAN ITU MEMANJANG HINGGA TUBUH PRABU DEWATA CENGKAR DENGAN KUAT.
AJI SAKA MELEMPARNYA KE JURANG DI LAUT SELATAN. PRABU DEWATA CENGKAR MATI.
76. Prabu Dewata Cengkar :
Kurang ajar. Kau menjebakku.
77. Aji Saka : Matilah kau
Raja yang lalim.
ADEGAN V
MUSIK SENANG. RAKYAT
MERAYAKAN KEMENANGAN AJI SAJA.
78. Rakyat 1 : Teman-teman
semua sekarang kita memiliki raja baru.
79. Rakyat 2 : Iya. Raja
yang adil dan bijaksana.
80. Rakyat 3 : Raja baru
dapat mengalahkan Prabu Dewata Cengkar.
81. Rakyat 4 : Beliau
memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan raksasa sekalipun dapat
dikalahkannya.
82. Rakyat 5 : Beliau
adalah Raja Aji Saka.
83. Rakyat 6 : Hidup Raja
Aji Saka.
84. Semua Rakyat : (Diikuti
semua rakyat) Hidup Raja Aji Saka….Hidup Raja Aji Saka…Hidup Raja Aji
Saka….
ADEGAN
VI
MUSIK
MENGALUN. AJI SAKA DAN DORA TAMPAK BERBICARA DENGAN SERIUS.
85. Aji
Saka : Dora, sekarang aku telah menjadi seorang raja. Raja yang memimpin
kerajaan Medang Kamulan namun rasanya ada yang kurang…
86. Dora
: Apa itu? Katakan saja paduka.
87. Aji
Saka : Sekarang aku baru ingat. Aku memiliki keris yang aku titipkan kepada
Sembada pengawalku dan juga sahabatmu. Aku ingin keris itu ada padaku. Seorang
raja juga seharusnya memiliki pusaka keris.
88. Dora
: Betul paduka.
89. Aji
Saka : Aku perintahkan padamu untuk meminta keris yang aku titipkan kepada
Sembada di bukit Kendeng.
90. Dora
: Hamba laksanakan perintah paduka.
DORA
PERGI MENINGGALKAN AJI SAKA,
ADEGAN
VII
MUSIK
SUSASANA BUKIT. DI BUKIT KENDENG. DORA MENEMUI SEMBADA MEREKA TAMPAK LANGSUNG AKRAB.
91. Dora
: (senang) Assalamualakikum….Sembada sahabatku. Bagaimana kabarmu selama ini?
Apa kamu baik-baik saja?
92. Sembada
: Waalaikum salam….Ya, seperti yang kamu lihat sahabatku, aku baik-baik saja
dan sehat wal afiat.(Diam sejenak) Oh ya bagaimana kabar junjungan kita? Apakah
beliau baik-baik saja?
93. Dora
: Ya, sekarang Aji Saka menjadi Raja Medang Kamulan. Apak amu tidak mendengar
kabar itu?
94. Sembada
: Ya, beberapa hari lalu ada penduduk lewat disini dan mengabarkan bahwa Prabu
Dewata Cengkar telah mati dan digantikan Raja Aji Saka.
95. Dora
: Nah…itulah alasannya kenapa aku datang ke sini.
96. Sembada
: (Mengangguk). Apakah hanya untuk memberi kabar itu saja sahabatku?
97. Dora
: Oh…tidak…tidak…maksud kedatanganku adalah menjalankan tugas dari Raja Aji
Saka.
98. Sembada
: (kaget) Tugas apakah itu shabatku?
99. Dora
: Aku diperintah oleh Raja Aji Saka untuk meminta kerisnya yang dititipkan
kepadamu.
100.
Sembada : (Kaget) Apa? Apa katamu?
101.
Dora : Baiklah aku ulangi.. Aku
diperintahkan oleh Raja Aji Saka untuk meminta keris yang dititipkan kepadamu.
102.
Sembada : Tidak mungkin. Raja Aji Saka
tidak mungkin memerintahmu untuk meminta keris yang dititipkannya kepadaku.
103.
Dora : Aji Saka sekarang menjadi raja.
Dan keris itu adalah pusaka untuk mengukuhkannya sebagai seorang raja. Kamu harus
memberikannya kepadaku karena ini adalah perintah Raja Aji Saka.
104.
Sembada : Tidak mungkin. Aku sudah berjanji akan
menjaga keris ini dan Raja Aji Saka memintaku agar aku tetap disini sampai
beliau mengambilnya sendiri,
KEADAAN MENJADI TEGANG
105.
Dora : Kalau begitu aku akan memnta
dengan paksa.
106.
Sembada : Oh…Aku semakin tidak percaya
kepadamu.
107.
Dora : Sekali lagi, aku mendapat
perintah dari Raja Aji Saka untuk meminta keris itu darimu.
108.
Sembada : Aku yang mendapat
perintah dari Raja Aji Saja untuk
menjaga keris ini.
109.
Dora : Kurang ajar, kamu bukan
sahabatku, kamu tidak percaya perkataanku.
110.
Sembada : Kamu memang bukan lagi
sahabatku yang dulu.
111.
Dora : Baiklah, sepertinya harus kita
selesaikan dengan cara duel.
KEDUANYA BERKELAHI MASING-MASING
MENGELUARKAN KESAKTIANNYA DAN AKHIRNYA MEREKA SEMUA MATI.
ADEGAN VIII
MUSIK MENYAYAT. DIANTARA MAYAT DORA DAN
SEMBADA. MUNCUL AJI SAKA.
112.
Aji Saka : (Terkejut)
Dora…Sembada…oh rupanya kalian sangat setia kepadaku. Kalian menjalankan amanat
dariku. Sungguh aku menyesal, tapi aku hanyalah manusia yang tak luput dari
salah dan lupa. Maafkan sahabatku…maafkan pengawal setiaku.
(Bersenandung) “Ha na ca ra ka da ta sa wa la pa dha ja ya nya ma
ga ba tha nga”.
“Ada utusan yang
saling bertengkar. Keduanya sama-sama sakti dan keduanya juga mati bersama”.
SELESAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar