Jumat, 07 Maret 2025

Naskah Teater Untuk Remaja AJI SAKA

 

LEGENDA AJI SAKA

(Berasal dari cerita rakyat Jawa)

Karya : Ahmad Bukhori, S.Sn.

Tokoh:

1. Aji Saka                          : Pemuda sakti mengelilingi dunia

2. Dora                               : Pengawal kepercayaan Aji Saka

3. Sembada                         : Pengawal kepercayaan Aji Saka

4. Prabu Dewata Cengkar  : Raja para raksasa di kerajaan Medang Kamulan

5. Patih Jugul  Muda          : Patih Prabu Dewata Cengkar

6. Juru Masak                     : Juru masak istana kerajaan Medang Kamulan

7.. Prajurit 1                        : Prajurit kerajaan Medang Kamulan

8. Prajurit 2                         : Prajurit kerajaan Medang Kamulan

9. Prajurit 3                         : Prajurit kerajaan Medang Kamulan

10. Prajurit 4                       : Prajurit kerajaan Medang Kamulan

11. Penduduk 1                  : Penduduk kerajaan Medang Kamulan

12. Penduduk 2                  : Penduduk kerajaan Medang Kamulan

13. Rakyat 1                       : Pendukung Aji Saka

14. Rakyat 2                       : Pendukung Aji Saka

15. Rakyat 3                       : Pendukung Aji Saka

16. Rakyat 4                       : Pendukung Aji Saka

17.  Rakyat 5                      : Pendukung Aji Saka

18. Rakyat 6                       : Perampok

19. Berandal 1                    : Perampok

20. Berandal 2                    : Perampok

21. Berandal 3                    : Perampok

22. Kakek                           : Korban rampok para berandal

 

SINOPSIS:

Di pulau Jawa terdapat sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan. Kerajaan itu dipimpin seorang raja Prabu Dewata Cengkar. Ia adalah Raksasa yang suka memakan manusia. Hingga kebiasaannya itu membuat takut rakyat dan terdengar sampai ke telinga Aji Saka. Mendengar hal itu Aji Saka langsung menemui Prabu Dewata Cengkar untuk menghentikan kekejamannya.

Hadirin sekalian inilah sebuah pementasan teater dari kelompok teater kelas atau sekolah.

ADEGAN I

MUSIK MENUNJUKAN KEAGUNGAN ISTANA. DI ISTANA KERAJAAN MEDANG KAMULAN. TAMPAK PRABU DEWATA CENGKAR MARAH KARENA MAKANAN YANG DIMAKANNYA TERASA TIDAK ENAK.

01.  Prabu Dewata Cengkar : (marah, memanggil juru masak ) Juru masak…..juru masak…..

02.  Juru Masak : Ya tuan ada apa?

03.  Prabu Dewata Cengkar : Apa yang kamu  masak ini? Kenapa rasanya tidak enak seperti kemarin?

04.  Juru Masak :  Maaf tuan. Kemarin sebenarnya saya melakukan kesalahan saat memasak. Tanpa sengaja jari saya terpotong dan masuk  ke dalam sup yang sedang dimasak.

05.  Prabu Dewata Cengkar : Aha…..rupanya daging  manusia rasanya sangat enak. (Kepada Patih) Patih Jugul Muda, carikan daging manusia untukku yang bisa dimakan. Aku tidak mau makanan yang tidak enak.

06.  Patih Jugul Muda : Tapi paduka…..

07.  Prabu Dewata Cengkar : Tidak usah pakai tapi, jangan menunggu aku murka! Cepat laksanakan!

08.  Patih Jugul Muda : Baik Paduka. Perintah paduka hamba laksanakan. (Kepada Prajurit) Prajurit…sang raja minta makanan yang paling enak. Segera carikan penduduk untuk bisa dimakan.

09.  Semua Prajurit : Baik. Perintah tuan kami laksanakan.

10.  Prabu Dewata Cengkar : Cepat. Sudah lapar nih.

11.  Suara prajurit : Iya.

PRABU DEWATA CENGKAR SEDANG LAPAR.

12.  Prabu Dewata Cengkar : Wah lama sekali para prajurit itu mencari makanan buatku.

13.  Patih Jugul Muda : Sabar paduka. (Nampak panik, ngomong sendiri) Kok lama ya…

TAK LAMA KEMUDIAN PRAJURIT MEMBAWA PENDUDUK 1 KAKI DAN TANGANNYA DIIKAT DAN DIPIKUL DENGAN KAYU. MULUTNYA DIBUNGKAM MENGGUNAKAN KAIN.

14.  Prabu Dewata Cengkar : (Senang) Nah….ini makananku datang. (memanggil) Juru masak!

15.  Juru masak : Hamba paduka.

16.  Prabu Dewata Cengkar : Jadikan orang ini  makanan khusus untukku.

17.  Juru masak : Mau dijadikan masakan apa paduka? Sate, rendang, gulai, opor atau semur paduka?

18.  Prabu Dewata Cengkar : Apa saja, yang penting…yang paling enak!

19.  Juru Masak : Siap paduka.

PRABU DEWATA CENGKAR TERTAWA-TAWA DIIKUTI PATIH JUGUL MUDA.

ADEGAN II

MUSIK ALAM, TERDENGAR KICAUAN BURUNG. DI SEBUAH HUTAN AJI SAKA DAN DUA PENGAWALNYA.

20.  Aji Saka : Wah hutan ini sangat lindung sekali. (kepada pengawalnya) Dapatkah kalian berburu rusa untuk makan siang kita bertiga?

21.  Dora dan Sembada : Tentu saja dengan senang hati kami akan melakukan apa yang tuan inginkan.

MUSIK MENCEKAM PELAN. BARU SAJA HENDAK MELANGKAH TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA ORANG MINTA TOLONG.

22.  Suara : Tolong…tolong….tolong…

23.  Aji Saka : (kepada pengawalnya) Apa kalian mendengar ada suara minta tolong?

24.  Dora :Iya, sepertinya tidak jauh.

25.  Sembada : Kita harus menolong orang itu tuan.

26.  Aji Saka : Iya kalian benar, lupakan dulu berburu rusa. Kita harus menolong orang itu.

TIBA-TIBA SEORANG KAKEK-KAKEK BERLARI KE ARAH MEREKA.

27.  Kakek : (Kepada Aji Saka) Tolong…tolonglah saya anak muda.

28.  Aji Saka : Ada apa kek? Kenapa kakek ada di tengah hutan seperti ini?

29.  Kakek : Wah ceritanya panjang…nanti akan saya ceritakan. Sekarang saya sedang dikejar-kejar tiga  orang berandal. Tolonglah saya anak muda.

30.  Aji Saka : Baiklah saya akan menolongmu kek.

TIBA-TIBA TIGA ORANG BERANDAL MASUK.

31.  Berandal  1 : Hai kakek tua, dimana kamu sembunyikan barang bawaanmu? Cepat berikan.

32.  Kakek : Sumpah saya tidak punya apa-apa.

33.  Berandal 2 : Jangan bohong!

34.  Aji Saka : (Menyela) Heh…tidak tahu malu, tiga pemuda mengeroyok seorang kakek tua.

35.  Berandal 3 : (Tertawa) Hahaha….kalian tidak usah ikut campur.  (berbisik kepada temannya) Teman-teman sepertinya tiga orang ini mangsa baru kita. Dilihat dari pakaiannya mereka orang berada.

36.  Dora : Kalian jangan berani-berani dengan kami. Lebih baik kalian tinggalkan tempat ini.

37.  Berandal 1 : Teman-teman serang mereka!

MUSIK SUASANA PERKELAHIAN. PERKELAHIAN TERJADI ANTARA AJI SAKA YANG DIBANTU DUA PENGAWALNYA MELAWAN TIGA ORANG BERANDAL. TIGA BERANDAL KALAH DAN MELARIKAN DIRI.

38.  Berandal 3 : (Marah) Kurang ajar, teman-teman sepertinya tiga orang ini bukan lawan kita. Ayo kita pergi.

39.  Sembada : Hai jangan kabur kalian!

SEMBADA DAN DORA HENDAK MENGEJAR TAPI AJI SAKA MENCEGAH MEREKA.

40.  Aji Saka : (Mencegah) Dora. Sembada. Biarkan saja mereka pergi. Ada hal lain yang harus kita urus.

DORA DAN SEMBADA MENURUTI PERINTAH AJI SAKA.

41.  Kakek : (Kepada Aji Saka) Terimakasih anak muda. Terimakasih…kalau tidak ada kalian entah bagaimana nasibku ini ditangan tiga berandal tadi.

42.  Aji Saka : Sudahah kek…tananglah. Ngomong-ngomong bagaimana kakek bisa berada di tengah hutan ini sendirian?

43.  Kakek : Oh iya….akan saya ceritakan sebab musabab mengapa saya ada di tengah hutan ini. (bercerita) Jadi seperti ini anak muda. Saya berasal dari kerajaan Medang Kamulan. Kerajaan kami pada awalnya  sangat Makmur dipimpin oleh seorang raja. Namun suatu hari raja kami yaitu Prabu Dewata Cengkar tiba-tiba gemar memakan daging manusia.

44.  Dora : Bagaimana bisa seperti itu kek?

45.  Kakek :Entahlah…tapi berdasarkan desas desus, juru masak istana tangannya teriris saat memasak lalu masuk ke dalam sup yang sedang dimasaknya. Lalu prabu Dewata Cengkar memakannya dan terus ketagihan.

46.  Sembada : Lalu bagaimana nasib penduduk di sana kek?

47.  Kakek : Para warga menjadi ketakutan. Setiap hari hidup rakyat diteror rasa ketakutan karena Prabu Dewata Cengkar setiap hari selalu memangsa rakyatnya sendiri satu persatu.

48.  Aji Saka : Oh Begitu rupanya. Lalu kemana tujuan kakek saat ini?

49.  Kakek : Entahlah…yang jelas saya harus menyelamatkan diri, saya terpisah dengan keluarga saya. Semoga keluarga saya juga selamat. Saya permisi dulu anak muda dan terimakasih. Saya harus melanjutkan perjalanan.

50.  Aji Saka : Baiklah Kek…hati-hati di perJalanan.

KAKEK PERGI.

51.  Aji Saka : Bagaimanapun juga kelaliman ini harus dihentikan. (Kepada Sembada) Sembada, tolong agar kerisku dengan baik. Aku titipkan keris ini kepadamu. Siapapun tidak boleh menyentuh keris ini, jika urusanku sudah selesai aku akan mengambilnya sendiri.

52.  Sembada : Baik tuan, aku akan menjaga keris ini dengan baik.

AJI SAKA DAN DORA MELANJUTKAN PERJALANAN.

ADEGAN III

MUSIK GAMELAN MENGALUN. DI SEBUAH PERBATASAN ISTANA. TAMPAK PARA PRAJURIT MEMBAWA SEORANG PENDUDUK YANG DIIKAT KAKI DAN TANGANNYA. KALI INI MULUTNYA TIDAK DIIKAT. DARI MULUTNYA TERUS MEMINTA AGAR DILEPASKAN. PATIH JUGUL MUDA BERADA DI BARIS PALING DEPAN.

53.  Penduduk 2 : Tolong lepaskan saya, jangan jadikan saya makanan. Daging saya rasanya tidak enak…tolong lepaskan saya.

54.  Semua Prajurit : Sudah diam.

55.  Prajurit 1 : Kamu harus berkorban untuk sang raja.

56.  Prajurit 2 : Iya benar.

57.  Prajurit 3 : Dan lagi kamu sebatang kara, tidak ada yang akan merasa kehilangan kok kalau kamu mati jadi makanan.

58.  Prajurit 4 : Benar. Dan lagi kalau kamu tidak mau jadi makanan, bisa-bisa aku yang jadi makanan.

TIBA-TIBA AJI SAKA DAN DORA DATANG.

59.  Aji Saka : Tunggu tuan-tuan.

60.  Patih Jugul Muda : Hai…siapa tuan? Dari cara berpakaiannya sepertinya tuan orang asing.

61.  Aji Saka : Perkenalkan saya Aji Saka dan ini pengawal saya, dia bernama Dora.

62.  Patih Jugul Muda : Saya Patih Jugul Muda. Ada perlu apa tuan nekat datang ke kerajaan kami? Apakah tuan tidak mengetahui bahwa raja kami sangat lalim dan suka memakan manusia?

63.  Patih Jugul Muda : Nah…Tuan sudah tahu. Lantas apa maksud tuan datang ke negeri kami?

64.  Aji Saka : Tuan patih. Saya tahu anda diperintah oleh raja Dewata Cengkar untuk mencari manusia agar dijadikan makanan. Saya harap lepaskan orang itu dan biarkan saya menggantikannya untuk dijadikan makanan.

SEMUA KAGET TERMASUK DORA.

65.  Dora : (Berbisik) Apa yang akan tuan lakukan?

66.  Aji Saka : Saya akan mengalahkan raksasa itu, raksasa yang menjadi raja dan suka memakan rakyatnya sendiri.

67.  Dora : Bagaimana mungkin tuan dapat mengalahkannya? Sedangkan tuan sama sekali tidak membawa senjata termasuk keris sakti tuan.

68.  Aji Saka : Kamu jangan khawatir, aku telah menemukan cara untuk mengalahkan raksasa itu. Kamu tunggu disini saja.

DORA MENGANGGUK SETUJU.

69.  Aji Saka : (Kepada Patih) Patih sekali lagi lepaskan orang itu. Biar aku menggantikannya menjadi makanan raja Dewata Cengkar.

70.  Patih Jugul Muda : Baiklah kalau itu maumu. Aku tidak punya pilihan lain. (Kepada prajurit) Prajurit, lepaskan orang itu.

PRAJURIT MELEPASKAN ORANG YANG DITANGKAPNYA. AJI  SAKA DIKAWAL KETAT OLEH EMPAT PRAJURIT DAN PATIH JUGUL MUDA MENUJU KE ISTANA PRABU DEWATA CENGKAR.

ADEGAN IV

MUSIK MENCEKAM. DI ISTANA. TAMPAK PRABU DEWATA CENGKAR, PATIH JUGUL MUDA, AJI SAKA DAN PARA PRAJURIT.

71.  Aji Saka : Salam Paduka Raja. Sebelum hamba menjadi santapan Paduka, ijinkan hamba mengemukakan syarat terlebih dahulu.

72.  Prabu Dewata Cengkar : (Kaget dan marah) Syarat apa yang kau maksud? Jika sulit aku tak mau melakukannya

73.  Aji Saka : (Tenang) Syaratnya mudah Paduka. Tolong izinkan hamba memiliki tanah seluas surban yang hamba kenakan.

74.  Prabu Dewata Cengkar: (senang) Hahaha.. Apakah itu saja syaratnya? Mudah sekali persyaratannya! Akan aku berikan, lalu aku akan memakanmu hidup-hidup.

75.  Aji Saka : Ini Paduka, peganglah ujung surban hamba. Silahkan Paduka bentangkan surban hamba.

 

MUSIK PERANG.. AJI SAKA MELEPASKAN SURBANNYA. PRABU DEWATA CENGKAR MEMEGANG UJUNG SURBAN, TIDAK DISANGKA SURBAN ITU MEMANJANG HINGGA TUBUH PRABU DEWATA CENGKAR DENGAN KUAT. AJI SAKA MELEMPARNYA KE JURANG DI LAUT SELATAN. PRABU DEWATA CENGKAR MATI.

76.  Prabu Dewata Cengkar : Kurang ajar. Kau menjebakku.

77.  Aji Saka : Matilah kau Raja yang lalim.

ADEGAN V

MUSIK SENANG. RAKYAT MERAYAKAN KEMENANGAN AJI SAJA.

78.  Rakyat 1 : Teman-teman semua sekarang kita memiliki raja baru.

79.  Rakyat 2 : Iya. Raja yang adil dan bijaksana.

80.  Rakyat 3 : Raja baru dapat mengalahkan Prabu Dewata Cengkar.

81.  Rakyat 4 : Beliau memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan raksasa sekalipun dapat dikalahkannya.

82.  Rakyat 5 : Beliau adalah Raja Aji  Saka.

83.  Rakyat 6 : Hidup Raja Aji Saka.

84.  Semua Rakyat : (Diikuti semua rakyat) Hidup Raja Aji Saka….Hidup Raja Aji Saka…Hidup Raja Aji Saka….

ADEGAN VI

MUSIK MENGALUN. AJI SAKA DAN DORA TAMPAK BERBICARA DENGAN SERIUS.

85.  Aji Saka : Dora, sekarang aku telah menjadi seorang raja. Raja yang memimpin kerajaan Medang Kamulan namun rasanya ada yang kurang…

86.  Dora : Apa itu? Katakan saja paduka.

87.  Aji Saka : Sekarang aku baru ingat. Aku memiliki keris yang aku titipkan kepada Sembada pengawalku dan juga sahabatmu. Aku ingin keris itu ada padaku. Seorang raja juga seharusnya memiliki pusaka keris.

88.  Dora : Betul paduka.

89.  Aji Saka : Aku perintahkan padamu untuk meminta keris yang aku titipkan kepada Sembada di bukit Kendeng.

90.  Dora : Hamba laksanakan perintah paduka.

DORA PERGI MENINGGALKAN AJI SAKA,

ADEGAN VII

MUSIK SUSASANA BUKIT. DI BUKIT KENDENG. DORA MENEMUI SEMBADA MEREKA TAMPAK  LANGSUNG AKRAB.

91.  Dora : (senang) Assalamualakikum….Sembada sahabatku. Bagaimana kabarmu selama ini? Apa kamu baik-baik saja?

92.  Sembada : Waalaikum salam….Ya, seperti yang kamu lihat sahabatku, aku baik-baik saja dan sehat wal afiat.(Diam sejenak) Oh ya bagaimana kabar junjungan kita? Apakah beliau baik-baik saja?

93.  Dora : Ya, sekarang Aji Saka menjadi Raja Medang Kamulan. Apak amu tidak mendengar kabar itu?

94.  Sembada : Ya, beberapa hari lalu ada penduduk lewat disini dan mengabarkan bahwa Prabu Dewata Cengkar telah mati dan digantikan Raja Aji Saka.

95.  Dora : Nah…itulah alasannya kenapa aku datang ke sini.

96.  Sembada : (Mengangguk). Apakah hanya untuk memberi kabar itu saja sahabatku?

97.  Dora : Oh…tidak…tidak…maksud kedatanganku adalah menjalankan tugas dari Raja Aji Saka.

98.  Sembada : (kaget) Tugas apakah itu shabatku?

99.  Dora : Aku diperintah oleh Raja Aji Saka untuk meminta kerisnya yang dititipkan kepadamu.

100.   Sembada :  (Kaget) Apa? Apa katamu?

101.   Dora : Baiklah aku ulangi.. Aku diperintahkan oleh Raja Aji Saka untuk meminta keris yang dititipkan kepadamu.

102.   Sembada : Tidak mungkin. Raja Aji Saka tidak mungkin memerintahmu untuk meminta keris yang dititipkannya kepadaku.

103.   Dora : Aji Saka sekarang menjadi raja. Dan keris itu adalah pusaka untuk mengukuhkannya sebagai seorang raja. Kamu harus memberikannya kepadaku karena ini adalah perintah Raja Aji Saka.

104.   Sembada :  Tidak mungkin. Aku sudah berjanji akan menjaga keris ini dan Raja Aji Saka memintaku agar aku tetap disini sampai beliau mengambilnya sendiri,

KEADAAN MENJADI TEGANG

105.   Dora : Kalau begitu aku akan memnta dengan paksa.

106.   Sembada : Oh…Aku semakin tidak percaya kepadamu.

107.   Dora : Sekali lagi, aku mendapat perintah dari Raja Aji Saka untuk meminta keris itu darimu.

108.   Sembada : Aku yang mendapat perintah  dari Raja Aji Saja untuk menjaga keris ini.

109.   Dora : Kurang ajar, kamu bukan sahabatku, kamu tidak percaya perkataanku.

110.   Sembada : Kamu memang bukan lagi sahabatku yang dulu.

111.   Dora : Baiklah, sepertinya harus kita selesaikan dengan cara duel.

KEDUANYA BERKELAHI MASING-MASING MENGELUARKAN KESAKTIANNYA DAN AKHIRNYA MEREKA SEMUA MATI.

ADEGAN VIII

MUSIK MENYAYAT. DIANTARA MAYAT DORA DAN SEMBADA. MUNCUL AJI SAKA.

112.   Aji Saka : (Terkejut) Dora…Sembada…oh rupanya kalian sangat setia kepadaku. Kalian menjalankan amanat dariku. Sungguh aku menyesal, tapi aku hanyalah manusia yang tak luput dari salah dan lupa. Maafkan sahabatku…maafkan pengawal setiaku.

(Bersenandung) “Ha na ca ra ka da ta sa wa la pa dha ja ya nya ma ga ba tha nga”. 

 “Ada utusan yang saling bertengkar. Keduanya sama-sama sakti dan keduanya juga mati bersama”.

SELESAI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar