Sabtu, 01 Maret 2025

Puisi pendidikan

BAHTERA PENDIDIKAN

Oleh: Ahmad Bukhori

 

Dengarkanlah para penuntut ilmu,

kepada ibu ilmu kau ‘kan bersimpuh,

dengarkanlah kata-kata saktinya,

yang lahir dari rahim sanubarinya.

ialah kunci pembuka gerbang masa depan;

 

“Rendahkan hati dan janganlah lupa diri,

di jalan yang lurus sepenuh jiwa sepenuh hati,

ikhlas seperti air jernih mengalir di jalannya sendiri,

seperti kapal berlayar dengan sabar dan pasti,

untuk sesama ilmu dan pengetahuan dicari.”

 

Layar t’lah terkembang,

bergegaslah ke bahtera pendidikan,

‘kan kita selami samudera ilmu,

dimana setiap airnya adalah aksara,

tuk membaca rahasia semesta,

 

Jika buih- buih itu adalah angka,

agar tak gegabah melangkah,

hitunglah lalu kalikan dengan rasa,

kecerdasan dan keluhuran,

setajam sebijak pisau lempar kesadaran.

 

Wahai para pemangku kebijakan,

bahtera ini butuh alat navigasi kurikulum,

agar tak tertinggal terseok-seok,

atau mati lemas tak berimbas,

terkubur tenggelam karam.

 

Jika pendidikan adalah bahtera,

dan kurikulum adalah kompas navigasi,

maka nahkoda harus menentukan rutenya,

agar masa depan negara ini,

tidak tersesat terkubur tenggelam kelam.

 

Saksi sendimen logam terkubur tenggelam,

batu-batu terbujur kaku menulis peradaban,

dari negeri nan jauh cerdik pandai datang,

karakter para pembelajar dibentuk ditempa,

diribuan tahun keemasan nusantara silam.

 

Pemalang, 2 Maret 2025.

 

Tentang Penulis:

Ahmad Bukhori, S.Sn.

Guru Seni Budaya SMK Nusantara 1 Comal

Aktif teater Reakses

Tidak ada komentar:

Posting Komentar